Paragraf Deduktif dan Induktif


Paragraf deduktif
“KHOLIFULLOH” ATAU WAKIL ALLAH SWT
Oleh : M. Abdul Rosid
Allah Shubhanahu wa Ta’alah berfirman dalam Surat Al-Baqoroh ayat : 30
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Kasih sayang Allah kepada manusia lebih dari pada yang lain atau lebih banyak dari pada mahluq yang lainnya. Yang dimana manusia diciptakan dengan memberinya dua kekuatan ; kekuatan jasmani (lahiriyah) dan kekuatan rohani (batiniyah). Mahluq – mahluq yang lain seperti Para Malaikat ataupun golongan Jin dan mahluq halus lainnya , lebih – lebih mahluq jenis kasar, tidak diberi dua kekuatan seperti yang diberikan kepada manusia.
Kedua kekuatan, kekuatan Jasmani dan kekuatan Rohani yang diberikan untuk manusia itu, tidak lain agar supaya dipergunakan untuk mendatangkan sebesar – besarnya manfa’at guna memperoleh dan membina hidup yang selamat sejahtera dan bahagia, materil dan spriruil, lahiriyah dan batiniah di Dunia dan di Akhirat kelak. Dan juga sebagai insan sosial.
Kekuatan batin dan lahir manusia merupakan perangkat pemberian Allah baginya untuk mengemban tugas sebagai “Kholifulloh” atau Wakil Allah SWT. di Bumi. Tugas milia yang diberikan dan dipercanyakan Allah SWT kepada manusia untuk mengatur kehidupan di Dunia menurut konsepsi yang digariskan oleh Allah SWT. Semisal mengurus atau mengatur Negara, Bangsa,  masyarakat, mengatur Sekolah Formal atau Non Formal, mengatur keluarga, maupun diri pribadinya sendiri. Semuanya itu perlu adanya pemimpin apalagi pemimpin yang jujur selaulu dicari – cari banyak orang.
Kenyataan zaman sekarang ini jarang sekali manusia menjadi manusia yang tahu akan kedudukaannya sendiri. Yang dimana semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya sebagai manusia, semisal sebagai Presiden akan dimintai pertanggungjawabannya kepada masyarakat,  orang tua dengan anak, suami dengan istri, maupun pribadi dan sebagainya. Semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya kepada Alloh SWT. Sebagaimana dalam hadist rosululloh :


أخبرنا عبد الرزاق عن معمر عن أيوب عن نافع عن ابن عمر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : كلكم راع ومسؤول عن رعيته. فالامام الذي على الناس راع ومسؤول عن رعيته ، والرجل راع على أهل بيته ومسؤول عنهم ، والمرأة راعية على مال زوجها ، والعبد راع على مال سيده ومسؤول عنه ، ألا فكلكم راع ومسؤول
Masing-masing dari kamu sekalian adalah pengembala / pemimpin dan masing-masing dari kamu sakalian dipertanyakan tentang kepemimpinannya.
Oleh sebab itu mari kita persiapkan diri kita masing – masing untuk senantiasa sadar dan kembali kepada Sang Pencipta segalanya. Apapun permasal, persoal kita, selalu usaha dan memohan pertolangan kepada Allah dan kekasihnya yang dekat dengan Allah. Apapun permasalahnya akan terselesaikan dengan hati yang gembira dan bijaksana.
                                                              

                                                                           PA. Jombang, 10 Juni 2010
                                                                    


                                                              


Paragraf induktif:
Kalimat utama terletak di akhir paragraf setelah kalimat-kalimat penjelas.
Keberhasilan seorang Pelajar adalah ditangannya sendiri, diantaranya banyak sekali jalan untuk menempuhnya tapi jangan sampai kita belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah mulai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional.
Ternyata tidak sedikit yang setres sebab nilai UNAS jelek akhirnya melakukan perbuatan yang tidak baik dan putus asa.

Popular posts from this blog

10 Fenomena Alam Paling Aneh di Dunia

Ziarah Mahabbah Ke PesMa IAIN