Ziarah Mahabbah Ke PesMa IAIN
Terakhir Diupdate Sen, 28 Jan 2013 11:57
Berkat Situs resmi Pesantren Mahasiswa IAIN Sunan Ampel [http://pesma.sunan-ampel.ac.id/],
pesantren menjadi sasaran studi banding dari salah satu lembaga Slangor
Malaysia kemarin [26/01]. Pasalnya, pihak mereka ingin membangun ma’had
yang memiliki perguruan tinggi dengan konsentrasi pengajaran Alquran
dan bahasa arab sebagai basisnya. Selain pesantren mahasiswa, yang
menjadi target adalah Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo dan Pondok
Pesantren Tebuireng Jombang.
Dalam
lawatannya ke IAIN, Rektor IAIN Abd. A’la turut memberi sambutan dalam
sebuah forum resmi di ruang rektorat Lt. 2. Abd. A’la menjelaskan
perjalanan IAIN dari waktu ke waktu hingga pada kesimpulan bahwa IAIN
Sunan Ampel Surabaya sudah saatnya tidak mendikotomikan
pengetahuan Islam dengan pengetahuan umum, oleh karena itu wacana
konversi IAIN ke UIN menjadi bagian penting dan akan diterapkan (Insyallah)
akhir tahun 2013 ini. Wacana itu menjadi amunisi dalam konsep
pembangunan ma’had dan perguruan tinggi yang direncanakan mereka.
Selain
Abd. A’la, Direktur PesMa Abdul Kadir Riyadi (Sebutan Pesantren
Mahasiswa) mendapat bagian menjelaskan perjalanan PesMa sejak
terbentuknya pada tahun 2005 hingga pencapaiannya meraih penghargaan
dari ADIUPAYA PURITAMA sebagai Pesantren Mahasiswa terbaik yang berada
di bawah naungan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN)
se-Indonesia. Lulusan al-Azhar dan Cape Town University tersebut
meninggalkan kesan mendalam dalam benak peserta dari Malaysia. Tak heran
jika ketua rombongan mereka menawarkan salah satu pengajar PesMa suatu
saat dapat juga mengajar di Slangor tempat mereka. “Tuan Kadir, Apa
boleh nanti salah satu diantara pengajar di sini dapat mengajar di
tempat kami?” Tanya salah satu ketua program Ma’had Bangi slangor. Yes, absolutely, jawabnya sambil tersenyum.
Di akhir sesi dalam pertemuan tersebut, Hammis Syafaq selaku moderator menyisakan 30 menit sebelum acara berakhir untuk sharing dan
Tanya jawab. Beberapa di antara mereka bertanya perkembangan IAIN;
Kurikulum, pembinaan mahasiswa di PesMa. Sebagian yang lain bertanya
innovasi pemikiran yang berkembang di Indonesia, terutama pertanyaan
berpusat pada pemikiran liberal.
Sebagai Ma’had yang masih berumur balita, Pesantren Mahasiswa IAIN
Sunan Ampel boleh dibilang sukses menjalankan misinya dan membina
mahasiswa. Kedatangan lawatan dari Malaysia sebagai Tamu Study Comparative
tidak bisa diabaikan dalam tolok ukur tersebut. Harapan kita semua,
Semoga PesMa selalu dapat memberikan yang terbaik bagi Mahasiswanya,
Amin. [FwD]
Sumber : http://www.sunan-ampel.ac.id/